Jemaat GKI Yasmin: Hentikan Penghinaan Keyakinan Iman Sesama Manusia!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 23 September 2012, 16:10 WIB
Jemaat GKI Yasmin: Hentikan Penghinaan Keyakinan Iman Sesama Manusia<I>!</i>
gki yasmin/rmol
rmol news logo . Perdamaian dunia kembali menghadapi tantangan. Sebuah film pendek berjudul Innocence of Muslims memicu reaksi keras, yang bahkan telah merenggut nyawa manusia di Libya dan di Pakistan. Padahal nyawa manusia, yang bahkan satu nyawapun, sudah terlalu banyak untuk direnggut dengan alasan apapun.

"Perdamaian adalah sebuah cita-cita seluruh umat manusia yang perlu didoakan dan diperjuangkan sepanjang masa," kata Jurubicara GKI Taman Yasmin Bogor-HKBP Filadelfia Tambun Bekasi, Bona Sigalingging, di sela-sela aksi damai di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat (Minggu, 23/9).

Bona mengingatkan bahwa perdamaian bukan sebuah mimpi kosong di siang bolong. Perdamaian bukan pula pepesan kosong. Dengan kesungguhan, perdamaian adalah keniscayaan. Perdamaian mensyaratkan keadilan, dan perdamaian juga mensyaratkan kasih.

"Perdamaian mensyaratkan bahwa setiap orang tanpa kecuali, mendapatkan setiap hak dasarnya sebagai manusia," ujarnya Bona

"Perdamaian mensyaratkan pengakuan dan penerimaan, bahwa setiap manusia itu berbeda, dan bahwa perbedaan itu bukanlah sesuatu yang perlu dipaksakan untuk menjadi sama dalam berbagai bentuknya. Dan penerimaan, penghargaan, serta penghormatan pada keyakinan yang berbeda-beda dari setiap manusia, adalah bagian penting dari semua doa dan ikhtiar kita untuk mewujudkan perdamaian dunia," tambahnya

Dalam iman Kristiani yang diyakini setiap Nasrani di seluruh dunia, ungkap dia, Kristus sendiri bersabda telah menyuruh untuk mengasihani sesama seperti engkau mengasihini dirimu sendiri. Bahkan Yesus yang mengajarkan pada semua pengikutNya, sebagai bagian dari Khotbah di Bukit, agar  segala sesuatu yang dikehendaki supaya diperbuat orang lain, diperbuat juga oleh umatnya.

"Prasyarat penting lainnya dari perdamaian, yaitu keadilan, juga menemukan akar pijakannya dalam Alkitab yang diyakini seluruh umat Kristiani," ujarnya.
 
Selain aksi, 200-an jemaat juga melaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Julius dari Sekolah Tinggi Teologia SETIA Jakarta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA