Pendamping Ical harus Tokoh Nasional dan Prorakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 22 September 2012, 10:18 WIB
Pendamping Ical harus Tokoh Nasional dan Prorakyat
aburizal bakrie
rmol news logo Aburizal Bakrie sudah final sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Pendamping ketua umum partai berlambang beringin itu pada pemilihan presiden 2014 mendatang harus disarankan harus seorang figur nasional juga dan prorakyat.

"Soal siapa orangnya, hal itu dapat segera dirumuskan oleh DPP Golkar dengan menetapkan sejumlah nama potensial, untuk kemudian dikeluarkan sosok paling pantas berdasarkan seleksi yang jelas, tepat, dan layak," jelas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Ricky Rachmadi, (Sabtu, 22/9).

Menurutnya, sejumlah figur prorakyat yang dapat mendampingi pengusaha yang akrab disapa Ical itu bisa berasal dari kalangan muda atau bukan. Namun demikian, perekrutan tokoh-tokoh tersebut hendaknya memenuhi alasan kriteria utama baik popularitas di tingkat nasional, intelektualitas, integritas moral dan kadar nasionalisme kebangsaan, pengalaman yang luas, serta bila diperlukan mendapat pengakuan internasional.

"Termasuk, untuk membangun agenda-agenda pemberdayaan kerakyatan, tokoh-tokoh itu sepatutnya dari latarbelakang yang berpihak kepada semangat rakyat,” katanya, seraya menambahkan, sosok Ical selaku pengusaha perlu mendapat keseimbangan dari cawapresnya yang berorientasi pada penciptaan kemartabatan hidup rakyat.

Dikatakan, dengan mengusung cawapres prorakyat maka kekuatan dukungan publik bagi Ical pun akan semakin besar, sehingga memberi peluang kemenangan Golkar dalam upaya memimpin bangsa ke depan.

"Tenaga Golkar juga akan lebih berdaya karena hadirnya kekuatan-kekuatan pendukung prorakyat dalam ikut mewujudkan kepemimpinan nasional, yang momentum kebangkitan agenda rakyatnya diperjuangkan oleh Partai Golkar," jelasnya.

Ricky berpendapat, mengupayakan keberadaan sosok prorakyat menjadi cawapres Ical, jelas memiliki dampak strategis mengingat hal itu akan melahirkan gambaran politik Partai Golkar yang berkiblat pada kebutuhan reformasi kepemimpinan bangsa, melalui kesungguhan menampilkan figur pendamping sesuai harapan rakyat. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA