Amerika Serikat diakui adalah negara demokrasi terbesar di dunia. Tapi semestinya, kebebasan berpendapat dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, yang dijunjung negara itu, tidak membuat semua orang bisa melakukan apa saja.
"Kebebasan berekspresi dan pelecehan agama tidak bisa ditolerir. Mestinya mereka (Amerika Serika) memaksimalkan peran negara untuk mengatasi," papar anggota Komisi I DPR Hidayat Nur Wahid di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 21/9).
Hal itu dikatakan Hidayat menanggapi pembuatan film Innocence of Muslims, yang isinya melecehkan agama Islam dan mengundang protes dari umat Islam di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Tapi, untuk Indonesia, Hidayat menyayangkan, pihak AS malah menutup kantor keduataan dan konsultatnya hanya karena kuatir didemo. Menurut Hidayat, penutupan kantor itu malah memperuncing masalah.
"Kalau kita lihat pihak Polri sudah melihat menjamin, menurut saya menjadi berlebihan karena justru ini akan memperuncing. (Ini) malah merugikan diri mereka dan menutup, merugikan diri mereka. Kaerna pihak Indonesia sudah memberikan jaminan keamanan. Seharusnya tidak menutup kedutaan. Di Amerika, demo juga adalah hal yang biasa dan mestinya mereka bisa bersikap wajar," demikian Hidayat. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: