Pembuatan dan penyebaran film 'Innocence of Muslims' telah merusak hubungan dan kerukunan antar umat beragama. Karenanya harus segera dihentikan dan diambil tindakan seperlunya atas produksi film yang menghina Nabi Muhammad tersebut. "Itu tidak boleh dilakukan karena dapat melukai perasaan umat Islam," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Muda Lintas Agama Natalis Situmorang di Jakarta (Selasa, 18/9).
Natalis yang juga tokoh muda Katolik ini dapat memaklumi reaksi umat Islam yang menyatakan sikap protes di seluruh dunia atas produksi film tersebut. Namun dirinya berharap protes itu tidak berkembang ke tindakan anarkhisme yang kontraproduktif.
"Saya menduga ini merupakan bagian dari provokasi terhadap umat beragama dengan motif tertentu. Dan seharusnya semua pihak tidak boleh terpancing karena akan memuluskan tujuan di balik provokasi itu," imbuh Natalis.
Karenanya, Natalis yang juga mantan Ketua Umum PP Pemuda Katolik ini mengharapkan kehidupan antar umat beragama di Indonesia tidak terganggu dan diobok-obok oleh kekuatan yg merusak ketentraman bangsa.
Di samping itu, Natalis juga mengingatkan agar Amerika Serikat segera mengambil tindakan seperlunya terhadap pembuat film, dan tidak bisa tinggal diam saja dengan alasan menghargai kebebasan berekspresi.
"Kebebasan berekspresi itu harus disertai tanggung jawab. Kita harus sama-sama fair dalam hal ini. Kalau ada film yang menistakan prinsip agama kristiani misalnya, apakah kita bisa memakluminya atas nama kebebasan berekspresi? Tentu tidak, kan?" ungkapnya.
Ditambahkannya, kehidupan antar umat beragama akan terjalin dengan baik bila ada sikap saling menghormati. "Kalau sikap 'saling'-nya sudah tidak ada, jangan harap akan tercipta harmoni," pungkasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: