Pemerintah dan Kepolisian diminta tidak hanya fokus menangani pengunjuk rasa yang memprotes penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui film Innocence of Muslims."Jangan bergeser bagaimana menangani aksi saja," ujar Ketua Komis I DPR, Mahfudz Sidqiq di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (18/9).
Semestinya, pemerintah harus lebih fokus pada akar masalah, yaitu mendesak Amerika Serikat menindak pihak yang terlibat dalam film yang jelas menghina dan melecehkan Nabi Muhammad. "Pemerintah harus desak terus. Karena pihak AS kelihatannya tidak serius," ungkapnya.
Selain itu, kalau film tersebut masih bisa dikonsumsi publik di jejaring internet, semestinya pihak RI juga memblokirnya. "Yang saya tahu sudah diblokir. Kalau belum, nanti kita minta itu ditutup," pungkas politisi PKS ini.
Kemarin, Presiden SBY mengecam pembuatan film tersebut. SBY berencana menulis artikel internasional menyerukan sikap saling menghargai antar umat di dunia. Karena penghinaan kepada Nabi bukan kali ini saja terjadi.
Tak hanya itu, Presiden telah berkomunikasi dengan Sekjen PBB dan meminta disampaikan ke Rusia untuk menghentikan kekerasan yang terjadi akibat film tersebut. Rusia merupakan salah satu pemegang hak veto PBB. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: