Munculnya film Innocence of Muslims, yang menghina ajaran Islam, telah memicu aksi anarkhisme di sejumlah negara, terutama di kawasan dunia Arab dan Timur Tengah.
Menurut Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam (PKTTDI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, kasus munculnya film tersebut dapat berdampak serius, khususnya bagi hubungan Islam dan Barat, serta memicu lahirnya sikap-sikap radikal di kalangan umat Islam.
"Barat harus menyadari, sejauh ini mereka kerap memicu munculnya aksi terorisme dan radikalisme. Akibat tindakan itu, membuat marah umat Islam internasional," katanya
Ia melanjutkan, seringkali Barat "mengajari" dunia Islam untuk toleran, inklusif dan saling menghargai antar sesama sembari membuang jauh sikap-sikap militan dan radikal. Akan tetapi, semua cita positif itu seakan pudar dalam sekejab akibat arogansi sekelompok orang di Barat yang dengan dalih karya seni, tapi menghina umat Islam.
Meski begitu Hery berharap umat Islam dan masyarakat umum di Indonesia tidak terprovokasi tindakan rendah sutradara pembuat film tersebut. "Sikap dewasa harus selalu kita kedepankan, dan merespon film tersebut dengan kepala dingin," pungkas alumnus Al-Azhar, Mesir, tersebut. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: