Salah satu Veteran Indonesia yang ikut serta dalam pagelaran ini adalah Sukendar. Meskipun saat ini ia sudah sepuh (71 tahun), tak menyurutkan semangatnya berpartisipasi dalam acara ini.
Pria dengan pangkat terakhir Kolenel Marinir AL ini sudah berada di Kepulauan Morotai sejak siang tadi, Kamis (13/9).
Kepada
Rakyat Merdeka Online, Sukendar berharap pemuda Morotai dan pemuda NKRI harus meningkatkan belajar untuk menggali sejarah Morotai. Apalagi, Morotai memiliki nilai historis yang cukup tinggi. Morotai pernah menjadi basis operasi Tritura untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda, ketika masa pemerintahan Presiden Soekarno.
"Jangan nilai Morotai sebagai salah satu pulau di ujung timur Indonesia, tapi lihat nilai sejarahnya. Ini merupakan tantangan buat generasi muda kita untuk menggali sejarah. Pemuda NKRI harus meneladani para pejuang bangsa dan bisa mengikuti jejak pahlawan," ujar Sukendar saat mengunjungi Pulau Zum zum
Selain itu, Sukendar berharap Sail Morotai -yang puncaknya akan berlangsung Sabtu, (15/9) mendatang- bisa meningkatkan menjadi ajang untuk meningkatkan perekonomian warga Kepulauan yang masuk teritorial Maluku Utara itu.
"Secara umum kepulauan ini banyak sumber daya alamnya, terutama perikanan dan pariwisata. Nah, tinggal bagaimana para investor bisa tertarik. Makanya, pemerintah harus bekerja keras untuk menyediakan sarana dan prasarana," pungkasnya.
[arp]