Bangsa ini harus berterima kasih kepada sosok Munir atas segala perjuangan gigihnya dalam menegakkan Hak Azasi Manusia (HAM) di Indonesia semasa hidup. Karena itu, momentum delapan tahun kematiannya yang pahit wajib dikenang oleh semua pihak demi melanjutkan cita-cita almarhum terhadap Indonesia yang bebas dari kekerasan maupun pelanggaran HAM.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Jumat (7/9).
"Munir adalah fenomena, simbol, dan monumen keberanian milik bangsa yang sulit dicari tandingannya, dengan turut meletakkan bangunan kehormatan HAM di tanah air secara telanjang dada," kata Syahganda.
Menurutnya, semangat dan kiprah almarhum dalam memperjuangkan HAM di masa lalu, setidaknya menjadi titik tolak berbagai elemen untuk menggelorakan upaya-upaya penegakan HAM secara nasional hingga kini. Lebih lagi, katanya, Munir justru memulainya dalam rentang kekuasaan rezim Orde Baru yang dikenal otoriter tersebut.
"Di saat orang lain umumnya masih ketakutan dan tidak sanggup berdiri di barisan depan, Munir lah yang menjadi orang unik sekaligus bisa berteriak paling keras untuk terus mengibarkan makna perjuangan HAM, meski disadari berisiko tinggi dan menyebabkan sejumlah kalangan resah atau memusuhinya," jelasnya.
Ia menambahkan, kasus kematian Munir yang tidak wajar serta penuh rekayasa jelas masih menyisakan keraguan di masyarakat luas. Dengan demikian, penanganan tuntas tragedi kematian Munir memerlukan langkah lanjut oleh pemerintah guna membuka titik terang yang semakin kuat.
"Sebab, para pelaku besarnya, kan masih belum tersentuh, termasuk apakah ada keterlibatan institusi negara ataukah tidak dalam pembunuhan Munir,†tegas anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-UTB) Pusat ini.
Terkait ini, Syahganda juga menagih sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berjanji akan mengungkap misteri utama kematian Munir, selain diharapkan menyelesaikan dengan tanggungjawab hukum yang tegas dan memuaskan publik. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: