Informasi bahwa gedung DPR dijadikan target sasaran bom oleh teroris tidak bisa dianggap enteng. Semua pihak harus waspada dan mengantisipasi agar hal yang tak dinginkan tersebut bisa digagalkan.
"Informasi sekecil apapun harus kita waspadai. Jangan kita remehkan," ujar Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 6/9).
Saleh mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai. Ansyaad mendapatkan info itu dari tersangka teroris Mujib dan Nain yang ditangkap di Poso, Juli lalu. Bahkan tersangka teroris itu sudah melakukan survei dan pemetaan.
Saleh mengakui pengamanan di DPR terlalu longgar. Siapapun dapat masuk dengan mudah. "Untuk itu pihak Pamdal sebaiknya meningkatkan pengamanan di lingkungan DPR karena berbagai menteri setiap hari melakukan rapat disini," katanya.
Atas info itu, Saleh yakin, intelijen juga akan mendeteksi untuk mencegah hal tersebut terjadi. "Dan kami sangat yakin akan kerja dari dari pihak intelijen," sambung anggota Komisi V DPR, asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: