Di Tengah Ancaman Teroris, Menebar Kebencian kepada polisi Juga Mudah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 02 September 2012, 11:57 WIB
Di Tengah Ancaman Teroris, Menebar Kebencian kepada polisi Juga Mudah
ilustrasi/ist
rmol news logo . Saat ini, target teroris bukan hanya sekedar mengacaukan keamanan, namun juga menyerang secara langsung polisi atau aparat keamanan. Dendam terorispun ditumpahkan kepada polisi, yang citranya juga kian terpuruk di mata masyarakat.

"Memprovokasi kebencian pada polisi lebih mudah karena ulah oknum aparat itu sendiri dalam menjalan tugas," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Taslim Chaniago, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 2/9).

Karena itu, Taslim menyarankan agar fungsi intelijen semakin diperkuat. Selain itu, kerja Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) harus lebih  ditingkatkan lagi, sehingga bibit-bibit terorisme yang tumbuh di masyarakat bisa dicegah sejak awal.

Selain itu, masih kata Taslim, BNPT dan aparat keamanan juga harus memperketat perbatasan sehingga senjata dari luar tidak masuk ke kawasan Indonesia.

"BNPT harus mengandeng unsur masyarakat untuk ikut memerangi gerak gerik teroris dari awal  sehingga tidak  terjadi korban seperti sekarag ini," demikian Taslim. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA