Ribuan anak-anak TKI yang bekerja di kebun kelapa sawit di Sabah, Malaysia, tetap ceria, tidak ada yang tertidur, meski Peringatan Hari Anak dan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI pada Rabu (29/8) digelar sampai tengah malam, pukul 24.00 waktu Sabah.
Bila dibandingkan dengan peringatan yang dilaksanakan di Indonesia, muncul pertanyaan ada apa dengan peringatan hari anak di Indonesia yang langsung dihadiri Presiden SBY sehingga anak sampai ketiduran.
"Apakah karena anak-anak kecapean seperti kata panitia, atau rangkaian acaranya tidak menarik sehingga anak-anak sampai ketiduran," ujar Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M. Ihsan (Jumat, 31/8).
Dijelaskan Ihsan, kelompok pendongeng bertanya mengapa SBY tidak menyapa anak-anak sehingga semua fokus ke pidato SBY, seperti kebiasaan para pendongeng saat memulai acara.
Biasanya pendongeng mengucapkan, "Adek-adek." Semua pun menjawab "siap." Lalu diikuti dengan ajakan tepuk satu. Semua bertepuk, sehingga tidak ada yang tidur.
"Ini kembali pada penyelenggara kegiatan yang tidak memahami dunia anak-anak, sehingga Presiden dihadapkan pada anak-anak dengan perspektif orang dewasa," sambung Ihsan.
"Semoga ke depan kita lebih arif melihat dunia anak-anak, sehingga tragedi Presiden SBY menegur anak-anak yang tertidur tidak terulang kembali," harap Ihsan, yang juga Ketua Satuan Tugas Pengadilan Anak ini.
Pada saat berpidato di acara puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Theater Imax Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu lalu, SBY menegur anak-anak yang tertidur. "Tolong bangunkan yang tidur, itu ada satu dua yang tidur," kata SBY. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: