Hal itu disampaikan sendiri oleh Fahizal Fahim kepada
Rakyat Merdeka Online melalui surat elektronik beberapa saat yang lalu, Jum'at (24/8).
"Kemarin di Terskol Village, kami melengkapi diri lagi dengan menyewa berbagai peralatan pendakian es berupa extreme down jacket, extreme balaclava, extreme mittens, crampoon, plastic boot dan ice axe," ujar Fahizal Fahim, yang bersapaan Ical.
Dijelaskannya, peralatan itu disewa karena hari ini mereka yang terdiri dari tujuh pendaki gunung manca negara akan memulai pendakian hingga ke punggungan berselimutkan salju abadi, dan dimulai dengan naik cable car dari Terkol Village hingga ke Barrel Hut (3.900 mdpl).
"Hari ini cuaca di Barrel Hut sangat baik, mudah-mudahan seterusnya akan baik sehingga proses aklimatisasi ke Prijut Hut (4.200 mdpl) dapat berjalan dengan baik," harap Ical yang menjabat sebagai Manager Tim Ekspedisi Rakyat Merdeka-TRAMP.
Proses aklimatisasi atau proses penyesuaian diri terhadap suatu ketinggian wajib dilakukan seorang pendaki gunung agar terhindar dari penyakit ketinggian yang terkenal dengan nama Mountain Sicknes yang dapat mengakibatkan meninggal dunia bila tidak diantisipasi dengan baik.
Pendakian Fahizal Fahim dalam rangka melengkapi catatan perjalanan sebagai salah satu anggota Tim Ekspedisi Rakyat Merdeka-TRAMP yang tahun lalu telah menyelesaikan pendakian ke Gunung Elbrus dan Kilimanjaro, dan ingin mengusung pendaki, Sabar Gorky, sebagai pendaki tunadaksa seven summiters pertama dunia.
[ald]
BERITA TERKAIT: