Kepala Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan sungai di Kelurahan Mararena, Kabupaten Sarmi, meluap sehingga menggenangi permukiman masyarakat. Sedikitnya 250 Kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
"Untuk sementara pengungsi berada di tempat sanak famili dan ditempatkan di tiga distrik yaitu Kelurahan Mararena, Gereja Katholik Kabupaten Sarmi, dan SD inpres Kabupaten Sarmi," beber Sutopo dalam pesan eletronik yang diterima redaksi, Sabtu (28/7).
Banjir bandang ini juga menyebabkan sebanyak 105 unit rumah tergenang air, 10 unit jembatan kayu tergenang air, dan satu unit pasar sentral terendam.
Saat ini, sambung Sutopo, BPBD Provinsi Papua dan instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat bencana.
BPBD telah memberikan bantuan makanan siap saji dan mendirikan dapur umum. Pendataan masih dilakukan BPBD Provinsi Papua.
"Hujan yang lebat di Kabupaten Sarmi terpengaruh oleh depresi tropis di timur Filipina," tambah Sutopo.
BMKG menyampaikan bahwa depresi tropis tersebut juga memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas rendah, sedang, dan tinggi di Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua bagian Utara dan Tengah. Selain itu angin kencang dengan kecepatan di atas 20 knots dapat terjadi di Maluku Utara bagian Utara.
[ald]
BERITA TERKAIT: