"Jokowi sosok alternatif ," kata pengamat politik dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 11/9).
Kedua, track record Jokowi sebagai kepala daerah lebih unggul secara positif dibandingkan incumbent Foke. Ketiga tingkat kesadaran pemilih Jakarta lebih rasional, yang ditunjang oleh akses informasi yang sangat luas.
Keempat, lanjut dia, peran media yang ikut memasarkan keunggulan Jokowi, mulai dari mobil Esemka, pembelaan terhadap pedagang kecil dan menengah dengan berani menolak keputusan gubernur Jawa Tengah dalam pembangunan mall, serta keunggulan lainnya.
"Terakhir, dukungan relawan baik scara individual maupun kelompok yang tanpa pamrih ikut memasarkan Jokowi baik melalui media sosial maupun komunitas sosial," imbuh dia.
Sementara, setidaknya ada satu hal yang membuat Foke tertinggal dari Jokowi dan gagal mewujudkan tagline "Menang Satu Putaran" nya.
"Incumbent gagal memaksimalkan marketing politiknya di tengah gencarnya kampanye negatif terkait kegagalan mengelola Jakarta," demikian Bakir.
[dem]
BERITA TERKAIT: