Menurut Koordinator Divisi Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, Sri Mulyani yang kini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia "ngotot" betul agar anggaran pembangunan proyek masuk dalam APBN Perubahan 2010. Peran Sri Mulyani itu terkonfirmasi dalam surat bernomor S-71/MK.02/2010 yang dikeluarkannya.
"Surat Kementerian Keuangan itu sangat mencurigakan," kata Uchok di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 3/7).
Dalam surat mengenai penyesuaian realokasi anggaran pagu definitif program pendidikan tinggi Departemen Kesehatan tahun 2010 itu disebutkan bahwa Kementerian Keuangan telah mendapat usulan revisi alokasi anggaran dengan nilai sebesar Rp 490 miliar. Anggaran itu semula akan digunakan untuk kegiatan pengembangan pendidikan profesional dan keahlian.
Tapi kemudian diganti menjadi dana untuk kegiatan pembangunan fasilitas riset dan alih teknologi produksi vaksin flu burung dan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana sistem connecting fasilitas produksi dan chicken breeding riset dan teknologi produksi vaksin flu burung untuk manusia.
Dijelaskan Ucok, dalam surat bertanggal 18 Februari 2010 itu, Menkeu Sri Mulyani juga menyatakan revisi itu tidak termasuk dalam ketentuan perubahan APBN yang ditetapkan oleh Pemerintah.
"Kementerian Keuangan adalah semacam penjaga gawang. Tak seharusnya dia kontak langsung dengan Komisi IX DPR. Yang seharusnya melobi Komisi IX adalah Kementerian Kesehatan," kata Uchok.
Ucok meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menelaah proses pembicaraan anggaran untuk proyek itu.
"Supaya jejaring korupsinya benar-benar terungkap," tandas Uchok.
KPK sendiri sedang menyelidiki proyek pengadaan pabrik vaksin flu burung itu. KPK menyatakan akan memulainya dengan menyelidiki proyek konstruksi yang dimenangkan PT. Anak Negeri milik Muhammad Nazaruddin. Proyek itu diketahui belakangan justru dibangun oleh PT.Biofarma, produsen vaksin nasional.Biaya total proyek itu diketahui sebesar Rp 1,3 triliun.
Sebesar Rp 718 miliar dari dana itu lalu digunakan untuk pengadaan peralatan pabrik vaksin, yang tendernya dimenangkan lagi-lagi oleh perusahaan milik Muhammad Nazaruddin, PT. Anugrah Nusantara.
[dem]
BERITA TERKAIT: