Mau Selamat? Partai Islam Keluar dari Setgab SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 28 Juni 2012, 19:35 WIB
Mau Selamat? Partai Islam Keluar dari Setgab SBY
ilustrasi
RMOL. Ambruknya kepercayaan rakyat pada partai-partai Islam, tidak bisa disangkal, disebabkan oleh kekompakan mereka (PKS, PAN, PPP dan PKB) masuk ke dalam koalisi.

"Kalau partai pemerintah merosot, partai di Setgab (sekretariat gabungan) pendukung pemerintah juga ikut menurun," kata Koordinator Lingkar Madani, Ray Rangkuti, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6).

Selain itu kata Ray, para tokoh-tokoh partai Islam tersebut bekerja demi penguasa, bukan untuk kemakmuran rakyat.

"Kelihatan, tokoh-tokohnya bekerja buat penguasa," ungkapnya.

Moral juga menjadi penyebab menurunnya elektabilitas partai Islam. Semakin menjadi-jadi setelah salah seorang kader PKS tertangkap kamera wartawan menonton video porno saat hadir di sidang DPR.

Tapi, ujar Ray, penurunan citra tidak terlalu melanda PKS dan Golkar sebagai anggota Setgab karena kerap tidak sejalan dengan penguasa, seperti dalam kasus Bank Century dan rencana kenaikan harga BBM.

"Mereka (partai Islam) harus keluar dari koalisi. Itu yang menaikkan popuralitas dan elektabilitasnya," tegas Ray. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA