RMOL. Berharap panen, eh malah seÂpi. Itulah yang dialami para pekerja seks komersial (PSK) mauÂpun bisnis dunia malam di Ukraina selama Euro 2012, setiÂdakÂnya sampai berakhirnya babak penyisihan.
Semula mereka berharap akan bisa meningkatkan ’’omset’’ seÂlaÂma penyelenggaraan kejuaraan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia ini. Apalagi, suporter yang datang ke empat kota tempat perÂtandingan, yakni Kiev, Kharkiv, Lviv dan Donetsk, sangat baÂnyak.
Selama pertandingan babak peÂnyisihan yang baru saja berÂakhir Selasa (19/6) lalu, di setiap kota itu tidak kurang dibanjiri beÂlasan hingga puluhan ribu suÂporter. Mereka bukan saja berÂasal dari negara-negara peserta Euro 2012. Tetapi juga mania boÂla dari negara Eropa yang tiÂdak lolos Euro 2012. Bahkan, juÂga dari Asia, Afrika dan beberapa neÂgara Amerika Selatan.
Entah benar dari Brasil atau bukan, namun wartawan koran ini pernah menjumpai beberapa suÂporter di area Fan Zone yang memÂbawa bendera Brasil. Juga ada beberapa mania bola asal MaÂroko. Bahkan, suporter asal MaÂÂroko itu pernah menawarkan tiÂÂket untuk dibeli kepada warÂtawan Jawa Pos saat bersama-sama meliput di Donetsk.
Kalau dari Asia, jelas lebih banyak lagi. Saya pernah satu takÂsi dengan dua cewek SingaÂpuÂra saat di Lviv. Di Kharkiv, saya diÂsaÂpa dengan seromÂbongÂan lima bola maÂnia yang meÂngaku dari MakasÂsar.
Saat menuÂlis berita ini pun, saya baru saja kontak dengan seÂromÂÂbongÂan pengusaha asal SeÂmarang yang baru saja tiba dari Donetsk dan sekarang menginap di Kiev. Wajah-wajah khas Asia cuÂkup mudah ditemui di antara keÂÂruÂmunan suporter di empat kota itu.
Dalam sebuah blog Euro 2012 yang dikutip Kyiv Post, seorang PSK berusia 23 tahun bernama MiÂlena mengeluh bahwa dia tiÂdak berharap bisa meningkat penÂdapatannya selama Euro 2012. Seorang PSK lainnya bahÂkan menyebut selama dua mingÂgu ini, belum sekali pun melaÂyani pelanggan warga asing. â€Benar-benar musim kering bagi kami,’’ kata PSK tersebut.
Padahal, di sekitar kawasan Fan Zone di Kiev maupun StaÂdion Olimpiyskiy, banyak terÂdaÂpat toko-toko’’lampu merah’’. ToÂko-toko itu bisa dikenali dari kerÂlap-kerlip lampu berbentuk waÂnita telanjang, dengan tulisan yang mengisyaratkan sebagai temÂÂpat hiburan malam. Para suÂporter yang meninggalkan Fan Zone maupun stadion usai pertandingan pasti lewat tempat-tempat itu.
Di televisi hotel pun, juga ada beÂberapa siaran yang khusus meÂnampilkan ajakan untuk melepas syahwat. Di hotel pertama temÂpat wartawan koran ini mengÂiÂnap di Kiev, di kawasan LiÂvoÂberezhna, ada televisi yang seÂleÂpas jam 11 malam menyiarkan tayangan film porno.
Namun, rupanya para suporter sepak bola yang datang tidak baÂnyak yang tertarik. Terbukti, para PSK banyak yang mengeluh. ’’Mereka yang berinvestasi untuk bisnis seks (selama Euro 2012) banyak yang meÂngeluh,’’ kata Olena Zuckerman, aktivis Legalife, LSM pelindung PSK.
Tempat wartawan koran ini menginap saat ini, yakni di sebuah apartemen di dekat jalan besar Vlodomirskaya ini berada satu kompleks dengan sebuah klub penari telanjang. Ibaratnya begitu masuk kompleks apartemen tinggal pilih: apakah mau ’’lurus’’ menuju gerbang apartemen. Atau, berbelok sedikit mampir ke klub penari telanjang itu.
MENGGODA: Iklan-iklan ’’panas’’ yang ada di peta-peta gratis di Kiev. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: