"Kita ingin mendorong generasi muda menjadi wirausaha muda, meski masih menjalani pendidikan. Mereka hendaknya sudah berpikir menjadi wirausaha," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat membuka acara peningkatan kapasitas SDM koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di Makassar (Rabu, 9/5).
Dia juga menginginkan agar pertanyaan di antara sesama mahasiswa juga berubah. Selama ini pertanyaan sangat umum, yakni kapan menyelesaikan pendidikan. Menteri Koperasi dan UKM menginginkan pertanyaan itu diganti dengan kapan menjadi wirausaha.
Dengan demikian, mahasiswa sudah mempunyai pola pikir positif untuk menjadi seorang wirausaha muda sejak awal dan andal. Sebab, katanya, seorang wirausaha pada dasarnya memiliki kemampuan optimal menciptakan
opportunity atau peluang-peluang usaha. Dan itu dimiliki alumnus perguruan tinggi.
Karena itu mereka diharapkan mampu mentransformasikan ilmu kewirausahaan yang telah diraih melalui strata ilmu dari jalur pendidikan perguruan tinggi. Apabila harapan itu bisa direalisasi para mahasiswa maupun alumnusnya, maka makin meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.
Oleh karena itu Syarief Hasan menegaskan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, sangat strategis untuk melibatkan kaum generasi muda membangun perekonomian Indonesia.
"Secara spesifik untuk membangun perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan, karena yang ditingkatkan kapasitasnya adalah kamum generasi muda dari Sulawesi Selatan," tukas Syarief Hasan kepada peserta yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin.
Pada kesempatan sama Syrief Hasan melakukan penandatanganan kesepakatan atau MoU dengan Universitas Muslim Makassar untuk meningkatkan program kewirausahaan. Perguruan tinggi tersebut bahkan akan dijadikan sebagai pusat inkubator bisnis untuk provinsi Sulawesi Selatan.
Kepada Rektor Universitas Muslim Indonesia, Masrurah Mukhtar, Syarief Hasan mengatakan supaya segera melaksanakan action plan atau tindakan lebih konkret untuk mengembangkan program kewirausahaan melalui institusi yang dipimpinnya.
Meski deminkian, Masrurah tetap mengharapkan pendampingan dari Kementerian Koperasi untuk melaksanakn tugas tersebut. Terutama untuk melakukan perbaikan dalam sistem atau program kewirausahaan melalui pusat inkubatir bisnis perguruan tinggi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: