KRISIS SURIAH

Sanksi Internasional Hancurkan Pemerintahan Secara Perlahan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 19 Februari 2012, 21:18 WIB
Sanksi Internasional Hancurkan Pemerintahan Secara Perlahan
ist
RMOL. Sanksi dunia internasional terhadap Suriah telah membuat perekonomian negara itu semakin lumpuh. Pemerintahan Bashar Al Assaddan mulai hancur secara perlahan.

Pebisnis papan atas Suriah bernama Faisal al Qudsi mengatakan bahwa langkah keras militer Suriah kepada warga hanya akan bertahan paling lama enam bulan lagi dan setelah itu jutaan orang akan turun ke jajalan-jalan. Militer, lanjutnya, lambat laun akan merasa lelah dan tidak akan bisa pergi kemana-mana

"Aparat di lingkungan pemerintahan lambat laun kemudian akan hancur dan tidak ada lagi kawasan yang menjadi sasaran seperti Homs, Idlib dan Deraa," ujar al Qudsi sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 19/2).

Untuk mencegah terjadinya kekuatan massa yang lebih besar di Suriah, ia menyarankan agar pihak yang bertikai di Suriah duduk bersama untuk membicarakan solusi yang terbaik bagi masa depan Suriah.

"Atau setidaknya untuk menghentikan aksi pembunuhan," tambah dia.

Namun demikian, al Qudsi menegaskan bahwa Presiden Bashar Al Assaddan dan para pengikutnya akan berjuang hingga sekuat tenaga karena mereka menganggap apa yang terjadi di Suriah ini adalh konsporasi universal untuk menggulingkan pemerintah Suriah.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA