"Salah satu turunnya suara Demokrat, karena banyak kader yang bermasalah," ujar peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, siang ini (Minggu, 19/2).
LSI menggelar survei pada tanggal 1-12 Februari 2012 dengan 2.050 responden di 33 provinsi di Indonesia. Respondennya adalah warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri dari 10 responden.
Partai yang dijadikan pilihan dalam survei ini adalah 38 partai peserta pemilu 2009. Dengan menggunakan metode wawancara tatap muka, margin of error survei sebesar 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pada pemilu 2009 lalu elektabilitas Partai Demokrat 21 persen. Tapi sekarang melorot menjadi 13,7 persen.
"Namun, suara Demokrat yang lari, bukan kepada partai-partai lain. Tapi belum menentukan pilihan. Ini adalah peluang dan tantangan bagi partai-partai lain," tegasnya.
Berikut hasil survei LSI selengkapnya. Partai Golkar 15,5 persen; Partai Demokrat 13,7 persen; PDI Perjuangan 13,6 persen; Partai Gerindra 4,9 persen; PPP 4,9 persen; PKB 4,6 persen; PAN 4,1 persen; PKS 3,7 persen; dan Partai Hanura 1,2 persen; partai non parlemen 5,2 persen; dan masyarakat menjawab belum tahu 28,9 persen. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: