Isu Pembubaran FPI Sangat Seksi di Tengah Citra SBY dan Demokrat Jeblok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 15 Februari 2012, 18:02 WIB
Isu Pembubaran FPI Sangat Seksi di Tengah Citra SBY dan Demokrat Jeblok
presiden sby
RMOL. Pihak Front Pembela Islam kembali menegaskan bahwa yang menolak mereka pada saat mendarat di Bandara  Tjilik Riwut, Palangkaraya adalah sekelompok preman yang mengatasnamakan Suku Dayak.

Karena itu, Ketua Bidang Dakwah dan hubungan Lintas Agama FPI, Habib Muhsin Ahmad Alattas, menyayangkap Kapolda Kalimantan Tengah yang tidak memberikan keamanan kepada mereka saat hendak mendarat.

"Kita kesana untuk dakwah, mengikuti acara Maulid Nabi, sekalian FPI di sana meminta pelantikan pengurus," katanya di Ruangan Komisi III sesudah bertemu Komisi III DPR, di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (15/2).

Habib Alattas pun menanggapi isu pembekuan bahkan pembubaran organisasinya. Dia menegaskan, keliru bila FPI dibekukan atau bahkan dibubarkan.

"(Orang) yang mendesak kita bubar adalah orang yang tidak ada akal. Ini lucu. Kita yang dizolimi, malah kita yang dipojokkan," tegasnya.

Makanya, dia menuding, bahwa ada grand design di balik isu pembubaran organisasinya tersebut.

"SBY (suka) pencitraan. Dia sudah runtuh dan partainya. Makanya diangkat isu pembubaran FPI, karena isu ini sangat seksi," tudingnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA