Hal ini disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri saat jumpa pers di ruang Fraksi PDI Perjuangan, Gedung Nusantara I lantai 7 DPR RI, Senayan, Jakarta (Selasa, 14/2).
Menurut Presiden RI ke-5 itu, masyarakat di Palangkaraya menolak hal ini. Karena mungkin belum komunikasi dengan masyarakat di sana.
Mega pun membagi pengalamannya kepada FPI. Saat dirinya mau mendirikan cabang partai di daerah, maka dirinya izin dulu ke warga di sana.
"Saya masuk bertamu dengan etika dan sopan santun," katanya.
Mega pun meminta supaya FPI toleran terhadap keinginan masyarakat. FPI sendiri, ujar Mega, harus melakukan sesuatu agar mendapat simpati dari masyarakat.
"Semua warga negara sama di depan hukum. Begitu pula dengan hak dan kewajibannya," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: