MORATORIUM REMISI

Ruhut: Demokrat Satu-satunya yang Anti Korupsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 14 Februari 2012, 12:18 WIB
Ruhut: Demokrat Satu-satunya yang Anti Korupsi
ilustrasi
RMOL. Anggota DPR resmi menolak rencana Kementerian Hukum dan HAM menghentikan sementara (moratorium) pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi  bagi narapidana tindak pidana korupsi dan terorisme. Meski sudah lewati perdebatan panjang, moratorium tetap dinilai sebagai pelanggaran atas hak seseorang mendapat kebebasan .

Di ruangan Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso kemarin, Senin (13/2), perwakilan Anggota Dewan mengkonkritkan penggunaan hak interpelasi. Diantaranya, Aziz Syamsudin, Ahmad Yani, Nasir Djamil, Bambang Soesatyo, Nudirman Munir, Syarifuddin Sudding dan Trimedya Panjaitan. Mereka menyerahkan berkas hak interpelasi dan 87 tanda tangan anggota Dewan yang mendukung.

Politisi Komisi III dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul, menyindir sikap interpelasi rekan-rekannya yang sebagian malah berasal dari dalam partai politik koalisi pemerintah.

"Ini yang paling seru. Kawan-kawan pers aku terima kasih, Demokrat satu-satunya partai yang anti-korupsi," tegasnya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/2).

Dia mengingatkan bahwa interpelasi itu tidak didukung rakyat. Partai Demokrat yang mendukung kebijakan moratorium yakin didukung sepenuhnya oleh rakyat dan hal itulah, menurut Ruhut, salah satu yang membuat Demokrat akan tetap menjadi partai pemenang di Pemilu 2014.

"Yang memilih kami itu rakyat. Karena itu aku katakan, Insya Allah 2014 kami akan tetap menjadi partai pemenang. Tidak usah khawatir," ucapnya.

"Rakyat sangat cerdas, mereka semua miskin karena para koruptor. Dan Demokrat perang pada koruptor," tandasnya.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA