Soal Tank Bekas, KSAD Satu Suara dengan Panglima

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 24 Januari 2012, 17:13 WIB
Soal Tank Bekas, KSAD Satu Suara dengan Panglima
pramono edhie wibowo/ist
RMOL. Kepala Staf AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo pada rapat kerja antara Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI bersama Komisi I DPR mengklarifikasi rencana pembelian 100 tank Leopard bekas Belanda.

"Ini untuk menyamakan kemampuan dengan negara lain, bukan lebih tinggi," ujar Pramono Edhie Wibowo di sela rapat (Selasa petang, 24/1).

Sebelumnya, adik ipar Presiden SBY itu menjelaskan, TNI AD mendapatkan alokasi dana percepatan Rp 14 triliun untuk meningkatkan kemampuannya. Dia pun menginginkan pertahanan Indonesia meningkat dengan memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan.

Meski angkatan darat Indonesia adalah satu-satunya negara di ASEAN yang belum memiliki Leopard, namun rencana pembelian tank buatan Jerman itu masih belum final.

"Belum ada ada yang final," tegasnya.

Selain Belanda, ada juga negara lain yang menawarkan tank serupa kepada pemerintah Indonesia diantaranya Jerman, Korea dan Inggris. Masalah harganya, Pramono Edhie Wibowo belum mengetahua secara pasti.

Di sisi lain, saat rehat rapat kerja tadi siang, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan masih ada opsi lain selain pembelian 100 tank Leopard bekas Belanda untuk memperkuat alat utama sistem senjata NKRI.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA