Adnan Buyung Nasution: Pemerintahan SBY antara Ada dan Tiada

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 18 Januari 2012, 13:36 WIB
Adnan Buyung Nasution: Pemerintahan SBY antara Ada dan Tiada
adnan buyung/ist
RMOL. Negara wajib melindungi segenap warga. Karena itu pemerintah harus hadir dan membela warga bila terjadi konflik di berbagai daerah.

Namun sayang, kata pengacara senior Adnan Buyung Nasution, pemerintah SBY tidak pernah hadir untuk melindungi dan membela warga negara. Tidak heran bila publik pun menilai pemerintahan SBY sudah tidak ada karena tidak berfungsi.

"Pemerintahan SBY antara ada dan tiada. Dibilang tiada, dia masih bercokol dan masih mendapat jabatan presiden, dapat gaji, dan dapat fasilitas. Tapi dibilang ada, peranannya tidak kentara," tegas Adnan Buyung Nasution di gedung DPR/MPR Jakarta (Rabu, 18/1).

Sebagai kepala negara, lanjut Adnan, seharusnya SBY sadar dan berpikir bahwa keadaan negara sudah dalam bahaya. Dan bila konflik sosial terus terjadi, tidak mungkin semua warga melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA