"Meski ada kelemahan, melalui sistem analisis strengths, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT) kondisinya akan lebih membaik," ujar Syarief Hasan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Hotel Mercure, Jakartra Utara (Kamis, 7/12).
Syarif pun meminta seluruh peserta Rakornas terus memberdayakan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di seluruh daerah. Adapun salah satu cara memperkuat pelaku sektor riil adalah dengan cara mentransfer seluruh dana dekonsentrasi (Dekon) maupu bantuan sosial (Bansos) ke seluruh daerah. Artinya, spending atau APBN yang dipersiapkan pemerintah harus sampai ke KUMKM.
"Apabila dana Dekon dan Bansos tidak sampai ke penerima, berarti APBN yang telah dipersiapkan tersendat. Akibatnya, program pemberdayaan terhadap KUMKM juga jadi tersendat," Syarif mengingatkan.
Syarif juga meminta peserta Rakornas, khususnya Kepada Dinas Koperasi dan UKM, untuk mengoptimalkan dukungan terhadap program pemberdayaan KUMKM. Dengan demikian sasaran perkuatan kapasitas pelaku sektor riil bisa tercapai.
Syareif meminta agar pemberdayaan KUMKM di seluruh daerah juga dikaitkan dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan salah satu implikasinya meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.
"Saat ini jumlah per kapita masyarakat sekitar 3.561 dolar AS per tahun, dan pada 2014 ditargetkan makin membaik ke posisi 4.500 dolar per tahun. Melalui sinkronisasi MP3EI dengan pemberdayaan KUMKM, pemerintah optimistis itu bisa tercapai," ujar Syarif.
Menurut dia, beberapa program Kementerian Koperasi dan UKM yang telah berhasil adalah peningkatan pelaku KUMKM. Indikasi tersebut bisa dimonitor ketika Sajridfuddin Hasan menjabat Menteri Koperasi dan UKM dua tahun terakhir. Jumlah pelaku UMKM juga meningkat menjadi 53,2 juta dari sebelumnya 52 juta orang.
"Untuk memperkuat kinerja KUMKM, saya selalu menyempatkan diri mengunjungi setiap provinsi sehingga saat ini semua sudah saya kunjungi. Saya memang menjalankan fungsi saya, akan tetapi sebenarnya pihak yang terdepan menjalankan kinerja itu adalah Kepada Dinas Koperasi dan UKM seluruh daerah," kata Syarif.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, mengemukakan bahwa Rakornas menjadi salah satu upaya strategis memperkuat dasar kehidupan dan perekonomian rakyat.
"KUMKM memiliki urgensi dan fokus untuk diberdayakan, karena peran strategis dan kontribusinya mampu menjaga dinamika dan keseimbangan perekonomian Indonesia. Selain itu, KUMKM juga menjadi sumber dan inspirator pengembangan inovasi dan kreativitas ekonomi Indonesia." demikian Agus.
[ysa]
BERITA TERKAIT: