"Mengedepankan penciptaan wirausaha baru, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan," ujar Syarifuddin Hasan pada seminar National Economic Green Festival di Kampus Universitas Padjadjaran Bandung, siang ini (Rabu, 7/12).
Syarif mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM siap memfasilitasi keperluan calon wirausaha baru. Termasuk memfasilitasi pembiayaan yang selama ini menjadi kendala ketika memilih profesi menjadi wirausaha. Tujuan ini agar mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Oleh karena itu, institusi perguruan tersebut diharapkan bisa menyebarkan bibit kewirausahaan terhadap mahasiswa, khususnya semester akhir," kata Syarif.
Ketika alumnus perguruan tinggi memutuskan menjadi wirausaha baru, Syarifuddin Hasan optimistis mereka akan menjadi wirausaha kreatif.
"Jika ada calon wirausaha baru mengalami kendala permodalan, Kementerian Koperasi dan UKM siap mengakomodirnya melalui program kredit usaha rakyat (KUR)," tambah Syarif.
Selain menjembatani permodalan melalui program KUR, instansi pemberdaya koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) itu memiliki lembaga pembiayaan yang siap melayani permodalan, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
"Namun, kondisi usaha yang hendak ditekuni harus jelas disampaikan melalui proposal usaha. Program KUR dan LPDB siap melayani keperluan permodalan sesuai skala usaha yang baru melangkah," masih kata Syarif.
Sementara Rektor Universtitas Padjajaran, Ganjar Kurnia, mengemukakan bahwa Unpad sangat peduli terhadap pertumbuhan wirausaha baru. Karena itu Unpad memiliki visi menciptakan wirausaha baru dari kalangan kampusnya.
"Kami akan terus melakukan kajian dengan sasaran inti menghasilkan lulusan SDM yang bisa bekerja sesuai kompetensinya. Bagi yang tidak ingin menekuni pekerjaan sesuai kompetensinya, kami persilakan menjadi wirausahawan baru," tegas Ganjar.
Terkait tema seminar yang mengusung ekonomi hijau yang bermakna memperhatikan lingkungan hidup bersih, Ganjar menjelaskan pihaknya juga siap menjadi motor yang akan dimulai dari lingkungan kampus. Paling tidak, ketika mahasiswa menjalani pendidikan menuju seorang pekerja atau wirausaha, tidak membuang sampah sembarangan, termasuk puntung rokok.
"Artinya, kontribusi itu harus bisa dimulai dari mahasiswa sehingga bisa menciptakan dunia ekonomi yang memahami ramah lingkungan." demikian Ganjar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: