Walikota yang akrab dipanggil Jokowi tersebut menempati posisi teratas sebagai orang yang paling direkomendaikan sebagai calon gubernur DKI Jakarta disusul Faisal Basri dan Fadel Muhammad yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Sedangkan Fauzi Bowo, calon
incumbent, terbenam jauh di posisi 7.
Jokowi menjadi tokoh yang dirasa memiliki kapabilitas dan favorabilitas terbaik di antara 12 calon lain yang disurvei.
Survey ini dilakukan dengan menggunakan
methode delphi methods yaitu sebuah cara mendapatkan informasi, mendapat keputusan, menentukan indikator, parameter yang realibel dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang ahli dibidangnya.
"Metode yang dipakai adala mencari sosok figur yang pantas menjadi calon gubernur oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Dan Jokowi paling favorit dicalonkan," ujar Kepala Laboraturium Psikologi Politik UI, Prof. Hamdi Muluk dalam acara diskusi publik dan pemaparan hasil riset
Survey Opini Tokoh Jakarta 2011: Mencari Calon Gubernur Terbaik di Ballroom Hotel Arkmani, Jakarta, (Minggu, 4/12).
Kuesioner survei ini diisi oleh eksperti atau praktisi yang kompeten di bidang yang akan diteliti. 100 responden dalam survei ini adalah 10 pengamat, 10 akademisi, 10 pakar management organisasi perkotaan, 10 profesional, 10 tokoh LSM perkotaan, 10 tokoh muda, 10 konsultan, 10 politisi, 10 tokoh Jakarta, 10 pemuda/organisasi kemahasiswaan.
Dari 9 dimensi yang diuji, Jokowi memiliki nilai rata-rata terbaik di antara yang lainnya. Dimensi tersebut antara lain visioner, leadership intelektualitas, political skills, political communication skills, emotional stability, leadership, style, physical appearence dan moral integrity.
[zul]
BERITA TERKAIT: