Hal itu dikemukakan pendiri Gerakan Cinta Jakarta Tantowi Yahya saat berkunjung ke Taman Kanak-kanak, Pendidikan Anak Usia Dini Melati di Jalan Dr. Semeru Grogol, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Guru yang jatuh pada Sabtu (26/11) kemarin.
Menurut Tantowi, guru adalah faktor dan figur publik dalam membentuk kepribadian dan karakter bangsa. Kedudukan peran guru sangat strategis dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, komprehensif, dan bermartabat. Kehadiran sosok guru di kelas adalah penting. Tugas dan perannya tidak bisa digantikan oleh internet atau jaringan komunikasi secanggih apapun juga.
"Jadi betapun pesatnya perkembangan teknologi canggih, kehadiran sosok seorang guru di kelas sangatlah penting. Melalui pertemuan
face to face, sosok guru tetap dibutuhkan untuk menularkan nilai-nilai, " ungkap calon gubernur DKI Jakarta ini.
Peringatan Hari Guru ini harus dijadikan sebagai momentum untuk memuliakan guru dengan meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan. Khusus untuk kesejahteraan guru, diharapkan tidak ada lagi kisah-kisah pilu para guru yang terpaksa nyambi sebagai tukang ojek atau pemulung, karena gaji dari profesinya sebagai pengajar tidak cukup makan seminggu. Karena itu, berikan gaji tinggi kepada para guru. "Kalau perlu, gaji yang diberikan kepada guru, setara atau malah lebih tinggi dari bankir, " tuturnya.
‎Kepala Sekolah TK Paud Ismawarni menyambut baik kehadiran Tantowi di sekolah yang dipimpinnya. Isma berharap kehadiran Tantowi, dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya untuk sukses. "Apalagi saya dengar Tantowi Yahya akan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. Kalau beliau terpilih, saya berharap Tantowi dapat meningkatkan kesejahteraan guru, " ujar Isma.
[zul]
BERITA TERKAIT: