"Saya hadir insya Allah. Karena dua-duanya kan bos saya. Presiden itu bos saya, Hatta Rajasa itu bos saya. Saya itu nggak ada istilah mantan bos. Sekali bos, tetap bos. Kita itu harus konsisten. Kalau kita berhenti, lalu kita tidak menghormati, itu bukan tipologi kita dong," kata Patrialis Akbar
Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon pagi ini (Selasa, 22/11).
Patrialis Akbar mengaku berjiwa besar menerima keputusan Presiden SBY yang mencopotnya dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Dia sendiri memegang prinsip bahwa tidak boleh hubungan silaturrahim hanya karena jabatan dan adanya kepentingan.
"Kita mengormati orang itu, insya Allah sampai mati kita hormati dong. Kita sudah kenal satu dengan lain, itu juga sudah dahsyat, kita bersyukur. Bangsa ini harus dididik seperti itu. Jangan sekarang dia gandengan, besok nggak cocok, lalu perang. Itu namanya oportunis. Itu nggak boleh. Sekali kita hormati, tetap kita hormati," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: