Astronom Stephen Hawking dengan teorinya yang menyatakan bahwa ada lubang hitam di Cygnus X-1 telah dipakai oleh para astronom selama lebih dari 30 tahun lamanya. Cygnus X-1 adalah
stellar mass black hole, kelas lubang hitam berasal dari runtuhnya sebuah bintang masif. Orbit lubang hitam ini dekat dengan bintang pendamping besar biru. Namun pernyataan Hawking tersebut dirasa oleh para astronom kurang mendetail.
Data baru dari Chandra X-ray Observatory kini memberi nilai massa, putaran dan jarak lubang hitam dari Bumi.
"Informasi baru ini memberi bukti kuat mengenai bagaimana lahirnya, berat dan seberapa cepat perputaran lubang hitam. Ini sangat menarik karena hingga kini tak banyak informasi diketahui mengenai kelahiran lubang hitam," papar Kepala Studi Mark Reid dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics sebagaimana dilansir
UPI (Minggu, 20/11)
Ini berarti astronom memiliki pemahaman yang lebih lengkap dari lubang hitam yang lain di galaksi kita, karena para astronom menghitung jarak paling akurat Cygnus X-1 dengan menggunakan National Radio Observatory's Very Long Baseline Array (VLBA) yaitu 6.070 tahun cahaya dari Bumi. Artinya, kini letak lubang hitam bukan lagi berdasarkan rumus kira-kira melainkan sudah bisa dihitung dengan ilmu pasti.
"Kini astronom punya pemahaman yang lebih komplit mengenai lubang hitam," ungkap Mark Reid.
[ysa]