"Kami menggelar pameran UKM untuk memeriahkan penyelenggaraan KTT Asean, sekaligus sebagai sarana untuk meneguhkan eksistensi Indonesia sebagai Ketua Asean tahun ini," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldi Halim, kepada
Rakyat Merdeka Online di Jakarta (Kamis, 17/11).
Menurut Neddy, salah satu tujuan pameran ini untuk mempublikasikan potensi ekonomi produk-produk UKM yang dihasilkan oleh kaum perempuan di negara-negara ASEAN. Sementara fokus pada UKM perempuan dimaksudkan, karena sudah begitu banyak produk ekonomi kreatif yang dihasilkan kaum perempuan ASEAN, namun belum tergali atau dipasarkan secara optimal dalam jaring pemasaran yang lebih luas.
"Kami mencatat sebanyak 38 persen pelaku UKM di Indonesia adalah perempuan, dan ini angka yang signifikan," kata Neddy, yang mengaku telah menyiapkan 300 stand pameran dengan 35 persen di antaranya berasal dari koperasi perempuan non-Indonesia.
"Peserta yang akan datang dan sudah mengkonfirmasi kehadirannya hampir seluruh anggota negara Asean seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei, Vietnam, Kamboja,dan Filipina," katanya.
Neddy berharap ajang itu tidak sekadar menjadi pameran, tetapi membuka peluang kerja sama dan investasi serta perluasan pasar bagi pelaku UKM perempuan di kawasan ASEAN. Pihaknya juga mengundang para pengusaha dan
buyer potensial dari sesama anggota ASEAN, bahkan negara mitra-mitra ASEAN yang lain.
[ysa]
BERITA TERKAIT: