Tak Punya Tokoh, Nasdem Baru Punya Potensi untuk Besar Lewat Media

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 11 November 2011, 15:41 WIB
Tak Punya Tokoh,  Nasdem Baru Punya Potensi untuk Besar Lewat Media
qodari/ist
Kecil Besar
RMOL. Keberadaan media yang saat ini menopang Partai Nasdem tidak menjadi otomatis partai itu akan besar. Karena faktor utama dalam membesarkan partai adalah faktor ketokohan yang saat ini tidak dimiliki partai tersebut.   

Hal itu dikatakan pengamat politik dari Indo Barometer, M. Qodari kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Jumat, 11/11).

"Tapi tokoh yang populer itu bisa dibentuk dengan media yang dia punya. Artinya peluang itu ada. Karena sekarang Nasdem itu punya akses media yang luas. Karena, kalau orang bicara tentang fungsi media, peran media, itu tidak otomatis (partai akan besar). Media itu hanya potensi saja," jelasnya.

Secara teori, menurutnya, variabel yang membesarkan partai itu sebenarnya adalah popularitas tokoh, bukan media massa. Meski diakui, media massa membesarkan tokoh dan tokoh membesarkan partai.

"Itu urutannya. Kalau ada media, terus tidak ada tokoh yang dibesarkan media itu, dampak media itu terbatas. Karena berdasarkan riset, paling besar orang memilih partai itu karena suka pada tokoh," jelasnya.

Keberadaan Surya Paloh, ia nilai tidak sebesar Susilo Bambang Yudhoyono pada saat Partai Demokrat pertama lahir pada tahun 2004 lalu. Sedangkan Hary Tanoedibjo, dia meragukan akan bisa menggaet kelompok etnis Tinghoa untuk masuk ke Nasdem.

"Saya kira diriset dulu ya sejauh mana ketokohan Hary Tanoe di masyarakat Tionghoa. Karena saya kira, Pak Hary Tanoe itu menonjol sebagai tokoh bisnis. Kalau tokoh mayarakat, dia kalah menonjol dengan tokoh yang lebih senior, seperti Pak Ciputra, dan Sofyan Wanandi. Itu lebih dikenal, diakui ketokohannya secara sosial dan politik," tandasnya. [zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA