Pesan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Bijak Berpendapat di Ruang Digital”.
"Penting memastikan untuk membangun ruang digital yang aman, sehat, dan manusiawi," kata Amelia yang juga Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR, dalam keterangan tertulis, Sabtu 10 oktober 2026.
Menurutnya, perilaku negatif seperti ujaran kebencian, perundungan siber, doxing, hoaks, dan body shaming dapat menimbulkan dampak psikologis berkepanjangan, terutama bagi anak-anak.
Dia menyoroti fenomena online disinhibition effect, yaitu kecenderungan seseorang lebih berani bersikap kasar di internet karena anonimitas dan tidak adanya interaksi tatap muka.
Sementara itu, sambung Legislator Nasdem ini, moral disengagement menggambarkan kecenderungan pelaku membenarkan tindakan perundungan dengan menganggapnya sekadar candaan.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi digital perlu diperkuat agar masyarakat memahami bahwa tindakan di dunia maya tetap memiliki konsekuensi nyata," tuturnya.
Amelia juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan privasi. Masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima informasi, memeriksa sumber dan konteks, serta memahami bagaimana algoritma dan kecerdasan buatan (AI) memengaruhi informasi yang diterima.
"Setiap pengguna diharapkan menyadari bahwa di balik setiap akun terdapat manusia yang memiliki perasaan dan martabat yang harus dihormati," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: