"Itu biasa saja. Hampir semua Ketua DPD I Golkar melalukan itu. Artinya mengajukan calon internal, terutama posisi Ketua DPD I Partai Golkar. Itu kan aspirasi. Kalau nggak ada itu, aneh juga. Berarti tokohnya tidak teruji dong di bawah," ungkap fungsionaris DPP Partai Golkar Indra J. Pilliang kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 11/11).
DPP Partai Golkar, jelasnya, tidak akan terpengaruh dengan adanya dukungan dari internal Golkar Jakarta terhadap besan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie tersebut. Makanya dia menepis, pernyataan Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Zainuddin, yang menyebut dalam menentukan calon diputusikan berdasarkan, 60 persen pertimbangann dari DPD dan 40 persen DPP.
"Peraturan organisasi Partai Golkar tidak seperti itu. 100 persen itu keputusan DPP. Nggak ada itu pembagian 60 persen; 40 persen," jelasnya.
Dia pun memastikan bahwa hubungan kekerabatan tidak menjadi pertimbangan dalam penentkan calon gubernur DKI Jakarta. Karena dia menegaskan, partainya objektif dalam memutuskan siapa yang bakal diusung.
"Nggak ada kaitannya dengan itu. Jangankan besan, adik saja nggak bisa. Karena, yang disebut dengan partai politik itu punya pertimbangan-pertimbangan yang objektif. Jangan sampai unsur-unsur seperti itu menjadi pertimbangan utama. Kalau itu pertimbangan utama, justru posisi ketua umum akan sulit di depan kader-kader yang lain, yang juga potensial untuk maju," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: