"Brand UKM Mart baru akan kami luncurkan November ini dan kami harapkan akan menjadi solusi bagi persoalan dikotomi antara ritel modern dengan ritel tradisional," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenkop dan UKM, Neddy Raflnaldi Halim, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Neddy, Kemenkop terus berupaya mendorong anggota koperasi untuk mengembangkan kualitas produknya agar bisa masuk ke jaringan toko ritel modern. Brand ritel baru secara mandiri bernama UKM Mart dengan
tag line "Toko Koperasi Kita" diharapkan bisa masuk kedalam jaringan ritel modern.
"Ini harus terus berkembang, saat ini kita sudah mendistribusikan brand ini kepada 84 warung serba ada koperasi di 22 provinsi sebagai proyek uji coba," katanya.
Pihaknya mencari karakteristik waserda yang bisa memenuhi model dan standar UKM Mart melalui kerja sama dengan koperasi dan pemerintah daerah.
"Dengan menggunakan brand UKM Mart, maka waserda koperasi mendapatkan fasilitas pelatihan manajemen yang lebih baik termasuk agar dapat memenuhi standar pelayanan yang kami tetapkan sehingga bisa bersaing dengan peritel modem," kata Neddy.
Selain itu dari sisi tampilan, waserda juga akan diperbaiki, dilengkapi dengan sistem keamanan serta standar produk yang terjaga. Pemerintah akan membantu Rp 65 juta pertoko koperasi untuk keperluan pelatihan manajemen hingga peralatan yang dibutuhkan agar memenuhi standar UKM Mart," katanya.
[dem]
BERITA TERKAIT: