"Namun secara teknis, metodologi dan momentum survei itu juga tendensius," ungkap Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiato pagi ini lewat pesan singkat yang diterima
Rakyat Merdeka Online menanggapi survei LSI yang dirilis kemarin tersebut.
Politikus muda ini memang melihat persepsi publik sedang tidak berpihak pada politisi muda partai secara umum. Tapi itu tidak bisa diartikan yang politisi senior lebih dipercaya. Tentu hal ini tergantung bagaimana figurnya. Karena itulah dia menduga ada kemungkinan survei itu diluncurkan untuk pembunuhan karakter tokoh-tokoh muda demi memuluskan kandidat tertentu.
"Kinerja politisi tidak bisa diukur dan dinilai melalui survei saja yang rawan akan
framing atau pengkondisian dari lembaga survei. Momentum peluncuran hasil survei, juga berdekatan dengan isu pencapresan Aburizal Bakrie di Golkar," tandas Bima.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: