PAPUA BERGEJOLAK

Ingat, Polisi bukan Satpam Terlebih Pak Ogah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 31 Oktober 2011, 09:38 WIB
Ingat, Polisi bukan Satpam Terlebih Pak Ogah
ilustrasi/ist
RMOL. Semua kebutuhan aparat Kepolisian dalam menjalankan tugas didanai negara. Karena itu aparat kepolisian tidak boleh menerima bantuan dari pihak lain atau perusahaan yang kebetulan sedang dijaga. Karena polisi bukan Satpam atau Pak Ogah.

Hal itu diungkapkan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menanggapi PT Freeport yang memberikan sejumlah dana kepada Kepolisian yang menjaga areal pertambangan milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

"Kan polisi ini polisi negara, Mas. Polisi Bangsa Indonesia bukan polisi perusahaan," kata Bambang Widodo Umar, yang merupakan pensiunan polisi, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 31/10).

Bila memang dibayar oleh perusahaan, dikuatirkan polisi tidak akan netral dalam menjalankan tugasnya terlebih pada saat masyarakat melakukan penolakan atau protes terhadap perusahaan tersebut.

"Nggak enaklah, masak dibayar nggak ngasih imbalan apa. Kemungkinan-kemungknan berpihak itu sangat tinggi. Itu yang kita kuatirkan. Ya kalau perusahaan itu sudah betul. Kalau tidak betul, akhirnya yang susah rakyat," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA