Hal itu diungkapkan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menanggapi PT Freeport yang memberikan sejumlah dana kepada Kepolisian yang menjaga areal pertambangan milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
"Kan polisi ini polisi negara, Mas. Polisi Bangsa Indonesia bukan polisi perusahaan," kata Bambang Widodo Umar, yang merupakan pensiunan polisi, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 31/10).
Bila memang dibayar oleh perusahaan, dikuatirkan polisi tidak akan netral dalam menjalankan tugasnya terlebih pada saat masyarakat melakukan penolakan atau protes terhadap perusahaan tersebut.
"Nggak enaklah, masak dibayar nggak ngasih imbalan apa. Kemungkinan-kemungknan berpihak itu sangat tinggi. Itu yang kita kuatirkan. Ya kalau perusahaan itu sudah betul. Kalau tidak betul, akhirnya yang susah rakyat," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: