Angkat Bicara, Presiden Suriah Tegaskan Tolak Tentara NATO

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 30 Oktober 2011, 13:40 WIB
Angkat Bicara, Presiden Suriah Tegaskan Tolak Tentara NATO
bassar al assad/ist
RMOL. Setelah sekian lama diam, Presiden Suriah Bashar al Assad akhirnya angkat bicara mengenai konflik yang terjadi di negaranya. Dia secara blak-blakan menolak keberadaan Asing dalam penanganan kasus di negara yang ia pimpin.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Inggris Sunday Telegraph, Presiden Assad justru mengkritisi upaya Barat yang ingin masuk ke wilayah Suriah. Keterlibatan Barat dalam menangani kasus di Suriah justru akan mengubah Suriah menjadi Afghanistan baru. Komentar Assad ini muncul seiring adanya niatan dari PBB untuk memasukkan tentara NATO ke wilayah Suriah. Hal yang dimaksud untuk memelihara perdamaian di Suriah itu dianggap oleh Assad justru akan memperburuk keadaan Suriah.

"Masalah apapun di Suriah, akan membakar seisi wilayah. Kalau ada rencana untuk membelah Suriah berarti rencana itu akan memacah seisi wilayah (Suriah). Anda mau melihat ada Afghanistan lain, atau puluhan Afghanistan (baru)?" ucap Bashar al Assad sebagaimana dilansir BBC (Minggu, 30/10).

Namun demikian, Assad juga mengakui bahwa banyak kesalahan telah dibuat oleh pasukan militernya, pada saat awal munculnya aksi menentang penguasa tersebut. Namun, dia tetap keukeuh bahwa yang menjadi target perburuan pasukannya hanyalah para teroris di negerinya dan bukan warga sipil. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA