Penyitaan dilakukan sebagai bentuk pembayaran atas kasus korupsi yang dilakukan istri Marcos, Imelda Marcos, selama tiga dekade. Properti yang akan disita berupa rumah mewah senilai 1,1 juta dolar AS.
Presiden Benigno Aquino menganggap keputusan pengadilan ini adalah salah satu momentum untuk kembali menegakkan hukum terhadap para koruptor di Filipina.
"Ini adalah kemenangan untuk rakyat Filipina dan pemerintah. Lewat keputusan ini kita mampu mengembalikan hak yang sebelumnya dicuri (koruptor)," ungkap Jurubicara pemerintah Nick Suarez seperti dikutip
AFP (Sabtu, 29/10).
Pengadilan khusus korupsi Filipina, April lalu, memutus agar keluarga Marcos mengembalikan harta mereka kepada pemerintah. Marcos berkuasa sejak 1965 hingga 1986. Ia dituduh mencuri miliaran dolar AS anggaran negara. Sedangkan sang isteri, Imelda Marcos, memiliki kegemaran berfoya-foya sementara rakyat Filipina hidup dalam kemiskinan.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: