"Itu sebagai pilihan, bisa saja dalam menetapkan calon lewat konvensi atau Rapimnas. Itu sah-saja saja. Sama-sama saja. Tergantung organisasi beranggapan mana yang paling tepat pada saat itu," katanya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online petang ini.
Sebagai senior, menurut Anda di antara dua pilihan itu mana yang paling tepat untuk diterapkan saat ini setelah melihat realitas yang ada?
"Tidak ada bedanya. Tergantung pilihan organisasi dengan melihat kondisi dan perkembangan yang dihadapi organisasi saat itu," katanya.
Menurutnya, tidak ada keputusan sempurna yang bisa memuaskan semua orang. Karena itu, wajar kalau ada orang yang kecewa bila Golkar memilih Rapimnas, bukan konvensi.
"Ada yang suka, ada yang tidak suka. Tiap keputusan mana yang ada yang sempurna. Mana ada lah," kata mantan Menteri Perindustrian ini meyakinkan.
Tapi dia meyakinkan, Golkar akan solid mendukung Aburizal Bakrie bila ketua umum partai itu ditetapkan sebagai calon presiden lewat Rapimnas. "Solid," tegasnya singkat.
[zul]
BERITA TERKAIT: