"Kita yakin lewatlah 5 persen," tegas Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 28/10).
Tapi, meski yakin mampu mencapai angka 5 persen, Gerindra tidak ingin ambang batas ditingkatkan dari Pemilu sebelumnya, 2,5 persen. Dia yakin, ambang batas 4 persen akan memberangus hak rakyat untuk berdemokrasi.
"Masalahnya, perlu ada satu kebebasan untuk berserikat. Dan ini adalah hak rakyat. Memang perlu ada batasan, tapi sejauh mana batasan itu. Kita melihat kalau dikasih 2,5 persen atau 3 persen itu sudah cukup wajar," akunya.
Politikus muda ini curiga partai-partai yang
ngotot itu memiliki kepentingan lain di balik usul, agar ambang batas dinaikkan menjadi 4 persen. Dia melihat partai-partai itu ingin membuat semacam oligarki partai.
"Dengan adanya oligarki partai, mereka bisa berbuat seenaknya. Ini akan menimbulkan korupsi yang tersentralistik. Karena oligarki itu cenderung koruptif," tandasnya.
Sejauh ini Partai Demokrat menginginkan ambang batas 4 persen. Sedangkan Golkar dan PDI Perjuangan 5 persen.
[zul]
BERITA TERKAIT: