"Saya kira perlu dicermati secara bijak. Mungkin semangat teman-teman PKB itu, ada atau tidak ada Setgab tidak ada artinya. Mungkin begitu ya," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini (Kamis, 27/10).
Anggota Komisi V DPR ini menegaskan bahwa kebersamaan dalam koalisi itu harus direalisasiakan pada tataran substansial, bukan hanya secara fisik dan formalitas semata. Oleh karena, PKS juga mendesak Setgab SBY duduk bersama membicarakan mana yang terbaik untuk bangsa dan negara dalam konteks ambang batas tersebut.
"PKS itu dulu posisinya di 3 persen. Maksudnya ingin mengakomasi pluralitas. Kita ingin ada toleransi, kita ingin semua elemen bangsa terakomodasi. PKS tidak ingin hanya menang-menangan," ujarnya.
Menurutnya harus dipikirkan implikasi sosial dari peningkatan ambang batas dari 2,5 persen menjadi 4 persen tersebut. Dia kuatir masyarakat yang tidak memiliki perwakilan di DPR, ambang batas terlalu tinggi, akan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan dan tentu akan mengganggu stabilitas politik. "Keutuhan bangsa dan stabilitas bangsa yang menjadi perhatian PKS. PKS bukan mau memikirkan diri sendiri," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: