"Sekarang (Puan) sudah pimpinan fraksi, pimpinan DPP. Aku kan nggak punya kesempatan itu. Jadi, mesti dia masuk (PDIP) belakangan, tapi peluang dia jauh lebih besar untuk mengembangkan diri. Jadi sepantasnyalah (dicalonkan)," kata fungsionaris PDIP Eva Sundari Kusuma kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin.
Bagi sebagian kalangan Eva dinilai lebih berkualitas dibanding Puan Maharani. Eva dikenal salah seorang ikon PDIP di DPR karena dikenal kritis, termasuk di Panitia Khusus Centurygate.
Saat dimintai tanggapan, Eva tampaknya tak akan cemburu atau kecewa bila memang Puan yang akhirnya diusung partainya. Karena Puan mempunyai 'plus-plus' yang tak dimilikinya.
"Ini kan dunia politik ya, tidak bisa objektif, tidak bisa sesuai rasio. Ada hal-hal yang lain. Misalnya Mbak Mega lah kenapa mendapat suara lebih banyak dari yang doktor, profesor. Kan ada elemen itu yang harus diperhitungkan. Jadi tidak cukup hanya kapasitas dan kapabilitas saja. Tapi harus memiliki 'plus-plus'. Nah 'plus-plusnya' itu yang tidak setiap orang punya," jelas Eva.
[zul]
BERITA TERKAIT: