Buktinya, tiga kader tersisa PKS di KIB II, Tifatul Sembiring, Salim Segaf, dan Suswono, turut hadir pada saat pelantikan menteri dan wakil menteri baru Rabu lalu di Istana Negara.
"Menurut saya kawan-kawan PKS itu masih pada prinsipnya tidak bisa ke lain hati. Mereka masih tetap ingin di koalisi. Karena menurut saya, ketika tiga kadernya hadiri menerima pelantikan, itu isyarat bahwa mereka tidak bisa ke lain hati," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Jumat, 21/20).
Menurut Bima, kalau masih ada suara-suara dari elit PKS yang menyatakan akan keluar dari koalisi, itu hanya bunga-bunga demokrasi saja. Karena, Bima tak bisa membayangkan, kalau pada akhirnya Majelis Syuro PKS memutuskan akan keluar dari koalisi dan keputusan itu diambil pada November atau Desember. Menurutnya, kalau itu terjadi, PKS sangat tidak
gentle dan elegan.
"Kalau memutuskan (keluar) harusnya kemarin (setelah SBY mengumumkan reshuffle). Kalau sekarang terlambat. Karena ini akan menganggu lagi. Masak ada
reshuffle jilid 2,5. Kalau PKS keluar, kan harus cari (pengganti) lain, ini sangat merusak irama ke depan. Saya kira kawan-kawan PKS tidak akan seperti itu," ungkapnya.
Setelah pelantikan menteri dari wamen pada Rabu kemarin, Bima berharap, semua drama dan manuver yang menyelimuti
reshuffle selama ini, selesai. Saatnya semua menteri, terutama menteri dari partai koalisi, termasuk dari PKS fokus bekerja.
[zul]
BERITA TERKAIT: