"Saya sih melihat pergantian menteri hukum dan HAM memang secara psikologis tidak nyambung ke aparat di bawah. Karena mereka dari luar kemudian tiba-tiba masuk di instansi memang harus mendalami semua aspek yang ada di sana," kata anggota Komisi III DPR Sarifudin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini, Kamis, (20/10).
Apalagi dia melihat, baik Amir dan maupun Denny, kaku dalam berkomunikasi. Hal ini berbeda dengan Patrialis Akbar, menteri terdahulu. Karena itulah, Sudding sedikit meragukan kemampuan keduanya dibanding Patrialis.
"Saya sih nggak optimis. Justru saya melihat sosok Patrialis Akbar, kinerjanya selama ini cukup baik. Secara pikologis
nyambung dengan kawan-kawan di DPR. Orangnya sangat akomodatif. Di instansinya juga diterima. Beda dengan Pak Amir yang orangnya agak kaku. Ya, keduanya saya lihat agak kaku lah," ungkapnya.
Meski begitu, dia berharap penunjukan Amir dan Denny bisa membawa perubahan di institusi Kementerian Hukum dan HAM. Karena selama ini cukup banyak persoalan yang ada di instansi tersebut, misalnya peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan.
[zul]
BERITA TERKAIT: