"Saya sih belum melihat sampai ke arah situ," kata Akbar kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin.
Tapi, diakui Akbar, yang muncul di benak publik saat ini adalah bahwa
reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II kental nuansa politiknya.
"Di opini publik
loh ya. Misalnya Pak Jero (Wacik) dianggap kurang tepat di ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), tapi ditempatkan di ESDM. Tentu ada kepentingan politik. Kira-kira ini opini yang muncul," ungkap mantan Ketua DPR ini.
Tapi apakah Anda bisa menjamin Golkar solid setelah Fadel dicopot?
"Saya sih tetap akan melakukan berbagai upaya untuk menjaga soliditas partai. Kenapa, karena soliditas partai ini sangat penting dalam menghadapi agenda-agenda, terutama dalam menghadapi Pemilu legislatif 2014 yang akan datang. Supaya Gokar kembali meraih kemenangan sebagaimana yang kita capai pada 2004," demikian Akbar.
Kemarin politikus Golkar Zainal Bintang menegaskan, apa yang menimpa Fadel Muhammad harus diwaspadai seluruh kader Golkar sebagai ancaman pada partai. Pertanyaannya, mengapa di dalam KIB II ini SBY membabat habis tokoh Golkar asal Kawasan Timur. Padahal, kantong suara Golkar ada di luar Jawa, khususnya Indonesia Timur.
"Saya banyak mendapat telepon dan SMS masyarakat Indonesia Timur dengan dimotori Golkar akan memprotes hal ini. Inilah awal langkah pengobok-obokan Golkar menuju 2014, yang harus dilawan oleh segenap kader Golkar di manapun berada," katanya.
Tambahan lagi, saat ini tiga kader Golkar di kabinet, Agung Laksono, MS Hidayat dan Cicip Sutardjo, semua berasal dari Jawa. Penggembosan kantong suara di Timur terasa kental
Dia menegaskan, tidak ada upaya sistematis dari Partai Golkar untuk menggeser Fadel Muhammad dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan serta menggantinya dengan Sharif Cicip Sutardjo.
Tapi Zainal Bintang tetap bertanya-tanya. "Siapa yang kerjain Fadel Muhammad? Pertama, apakah SBY sendiri. Atau DPP Golkar dan ataukah SBY dan Ical yang bersama-sama kerjain Fadel. Ini menjadi tanda tanya keluarga besar Golkar," imbuhnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: