Karena itu, Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden soal kursi menteri apa yang akan diberikan kepada Wakil Ketua Umum Golkar itu.
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan, kalau sendainya Cicip diberikan kursi menteri yang duduki kader Partai Golkar, Golkar berharap kadernya itu digeser ke pos kementerian lainnya.
"Apalagi kader Golkar yang ada di pemerintah dianggap selama ini bersungguh-sungguh dan mempunyai prestasi yang cukup baik," kata Akbar kepada
Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 19/10).
Golkar, kata Akbar berterus terang, mengajukan nama Cicip karena berharap Presien SBY menambah kursi Golkar dari sebelumnya tiga kursi menjadi empat kursi. Golkar memiliki alasan kuat untuk meminta tambahan kursi tersebut.
"Karena posisi Golkar di parlemen, terbesar kedua. Dan selama ini juga (Golkar) konsisten dalam mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah," kata mantan Ketua DPR ini.
Tapi nyatanya, kursi Golkar bukan bertambah, meski Cicip masuk kabinet. Tapi Cicip menduduki kursi Fadel Muhammad yang juga kader Golkar. Akhirnya, mantan Gubernur Gorontalo itu terpental. Meski begitu, Golkar tetap menghormati keputusan SBY tersebut.
"Cuman kita kan melihat Fadel Muhammad itu bagus. Timbul pertanyaan kenapa diganti. Itu saja," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: