Direktur Sains ESA Alvaro Gimenez sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 15/10) mengatakan, proyek ExoMars saat ini sedang diambang ambruk karena kurangnya dana.
"Dan diharapkan, dengan dengan bergabungnya diharapkan mampu memberikan suntikan dana bagi ExoMars," kata Alvaro Gimenez.
ExoMars adalah sebuah misi untuk menjelajahi dan mempelajari Mars. Rencananya tahun 2016 nanti ESA dan NASA akan mengorbitkan satelitnya ke Mars guna mempelajari atmosfer planet merah itu. Kemudian, pada tahun 2018 sebuah robot penjelajah disiapkan untuk menyelidiki permukaan Mars.
Namun proyek ini mengalami kesulitan finansial sehingga ESA dan NASA membujuk Rusia. Selain bisa membantu dalam hal finansial, Roscosmos juga diharapkan mampu menyediakan instrumen dan teknologinya seperti penyediaan roket Proton untuk peluncuran satelit. Rusia juga bisa memasukan penelitinya kedalam tim sains ExoMars.
"Itulah mengapa kita (ESA dan NASA) harus mulai diskusi sekarang, ini untuk melihat apa yang bisa Rusia sediakan agar EcoMars bisa tetap berjalan," demikian Alvaro Gimenez.
[arp]
BERITA TERKAIT: