Proyek Mars Terancam Bangkrut, AS dan Eropa Bujuk Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 15 Oktober 2011, 14:38 WIB
Proyek Mars Terancam Bangkrut, AS dan Eropa Bujuk Rusia
planet mars/ist
RMOL. Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi meminta Badan antariksa Rusia (Roscosmos) untuk bergabung dalam proyek ExoMars, proyek dari ESA dan NASA untuk mempelajari Mars.

Direktur Sains ESA Alvaro Gimenez sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 15/10) mengatakan, proyek ExoMars saat ini sedang diambang ambruk karena kurangnya dana.

"Dan diharapkan, dengan dengan bergabungnya  diharapkan mampu memberikan suntikan dana bagi ExoMars," kata Alvaro Gimenez.

ExoMars adalah sebuah misi untuk menjelajahi dan mempelajari Mars. Rencananya tahun 2016 nanti ESA dan NASA akan mengorbitkan satelitnya ke Mars guna mempelajari atmosfer planet merah itu. Kemudian, pada tahun 2018 sebuah robot penjelajah disiapkan untuk menyelidiki permukaan Mars.

Namun proyek ini mengalami kesulitan finansial sehingga ESA dan NASA membujuk Rusia. Selain bisa membantu dalam hal finansial, Roscosmos juga diharapkan mampu menyediakan instrumen dan teknologinya seperti penyediaan roket Proton untuk peluncuran satelit. Rusia juga bisa memasukan penelitinya kedalam tim sains ExoMars.

"Itulah mengapa kita (ESA dan NASA) harus mulai diskusi sekarang, ini untuk melihat apa yang bisa Rusia sediakan agar EcoMars bisa tetap berjalan," demikian Alvaro Gimenez. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA