"Keberadaan wakil menteri tidak akan membuat kabinet tambah gemuk. Karena mereka sepenuhnya pejabat karier yang keberadaannya juga sudah ada di situ hanya bergeser tempat dengan jabatan baru sebagai wakil menteri," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa melalui pesan singkat yang diterima
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Keberadaan atau penambahan tiga wakil menteri itu juga diakui undang-undang. Karena itu, istilah kabinet akan menjadi bertambah gemuk sangat tak relevan. Sebaliknya, penempatan pejabat karir sebagai wakil menteri adalah untuk
up-scaling atau meningkatkan kualitas proses perumusan kebijakan dan
output-nya, alias dampaknya.
"Mereka sangat diperlukan untuk menghasilkan sinergi untuk meningkatkakan kapasitas organisasi di masing masing kementerian. Ini logika yang sangat sederhana untuk dimengerti siapa pun," kata Daniel, akademisi dari Universitas Airlangga ini.
Kemarin, Presiden memanggil Wardana yang akan menduduki kursi wakil menteri luar negeri menggantikan Heru Triyono, Sapta Nirwandar wamen budaya dan pariwisata, dan Ali Ghufron Mukti yang akan menjadi wamen Kesehatan.
Sebelumnya, sudah ada 10 wakil menteri. Berikut nama-namanya:
1. Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo
2. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
3. Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun
4. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar
5. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi
6. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono
7. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak
8. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal
9. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo
10. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
BERITA TERKAIT: